Manfaat Fitonutrien dalam Buah dan Sayuran Berwarna

Siapa sangka warna-warni buah dan sayuran punya rahasia kesehatan tersendiri? Jangan lewatkan kesempatan untuk menggali lebih dalam tentang fitonutrien dan dampaknya pada kesehatan kita. #Fitonutrien #KesehatanAlami #PengetahuanKesehatan"
Manfaat Fitonutrien dalam Buah dan Sayuran Berwarna

Anda dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai jenis sayur dan buah berwarna-warni guna memperoleh zat gizi yang beragam. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya darimana sebenarnya asal beragamnya warna pada buah dan sayuran ini? Warna-warni tersebut berasal dari senyawa yang disebut fitonutrien.

Apa Itu Fitonutrien?

Fitonutrien adalah sejenis bahan kimia atau senyawa alami yang diproduksi oleh tumbuhan. Senyawa yang juga dikenal sebagai fitokimia ini berperan dalam menjaga kesehatan tumbuhan dan melindunginya dari kerusakan akibat sinar matahari dan serangan serangga.

Istilah “fitonutrien” berasal dari kata Yunani “phyto” yang berarti tumbuhan. Ini disebabkan karena fitokimia hanya ditemukan dalam makanan yang bersumber dari tumbuhan, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan rempah-rempah.

Berbeda dengan karbohidrat, protein, atau vitamin, fitonutrien bukanlah zat gizi yang esensial bagi tubuh. Meskipun begitu, senyawa ini memiliki peran penting dalam mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan kinerja tubuh.

Terdapat lebih dari 25.000 jenis fitokimia yang dapat ditemukan dalam berbagai makanan. Beberapa jenis yang paling umum meliputi:

Karotenoid

Karotenoid adalah kelompok senyawa yang memberikan warna kuning, oranye, dan merah pada buah dan sayuran. Ada lebih dari 600 jenis senyawa karotenoid yang ditemukan dalam tumbuhan, termasuk alfa-karoten, beta-karoten, likopen, dan zeaxanthin.

Karotenoid berfungsi sebagai antioksidan yang melawan efek negatif radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Karotenoid juga merupakan prekursor vitamin A, yang dapat ditemukan dalam makanan seperti wortel, labu, tomat, jeruk, ubi merah, dan sejumlah sayuran hijau.

Flavonoid

Flavonoid adalah fitonutrien yang tidak memberikan pigmen warna pada makanan. Senyawa alami ini berperan dalam mengurangi peradangan dalam tubuh, menghambat pertumbuhan sel kanker, dan meningkatkan produksi enzim detoksifikasi.

Ada banyak subkelompok flavonoid, seperti antosianin, quercetin, flavanon, isoflavon, katekin, dan flavonol. Beberapa di antaranya terbagi lagi menjadi senyawa-senyawa lain, misalnya isoflavon terdiri atas genistein, daidzein, dan fitoestrogen.

Makanan yang mengandung flavonoid biasanya merupakan makanan kaya akan antioksidan. Anda dapat menemukannya dalam apel, bawang bombai, kacang-kacangan, dan jahe. Beberapa minuman, seperti kopi dan teh hijau, juga merupakan sumber flavonoid.

Glukosinolat

Glukosinolat adalah fitonutrien yang banyak terdapat dalam sayuran berbonggol, seperti kol, pakcoy, kubis, dan brokoli. Senyawa ini memiliki kemampuan mengurangi peradangan, serta membantu dalam proses metabolisme dan respons terhadap stres dalam tubuh.

Studi pada hewan menunjukkan bahwa glukosinolat juga memiliki potensi untuk mencegah kanker. Ketika sel tumbuhan terluka, baik karena dimasak atau dikunyah, enzim yang dikenal sebagai myrosinase akan memecah glukosinolat menjadi isotiosianat.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa isotiosianat memiliki sifat antitumor dengan cara menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, isotiosianat juga dapat menghancurkan karsinogen dan melindungi DNA sel dari kerusakan.

Asam Elagik

Asam elagik adalah fitonutrien yang termasuk dalam kelompok yang sama dengan flavonoid. Seperti antioksidan lainnya, asam elagik banyak ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan. Uniknya, senyawa ini juga terdapat dalam beberapa jenis jamur.

Sebagai antioksidan, asam elagik berperan penting dalam melawan efek radikal bebas pada sel tubuh. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Biology & Medicine menunjukkan bahwa senyawa ini dapat berinteraksi dengan sel kanker dan menghambat pertumbuhannya.

Sementara itu, studi lain pada hewan menunjukkan bahwa asam elagik juga berpotensi mengurangi peradangan. Meskipun demikian, manfaatnya terhadap tubuh manusia masih perlu diteliti lebih lanjut.

Resveratrol

Resveratrol terdapat dalam beberapa jenis buah, tetapi paling banyak ditemukan dalam anggur dan anggur merah. Berkat sifat antioksidannya, resveratrol telah terbukti dapat menurunkan tekanan darah dengan memicu produksi nitrat oksida, suatu senyawa yang membuat pembuluh darah lebih rileks.

Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung resveratrol juga membantu mengurangi kadar lemak dalam tubuh serta mengurangi risiko penyakit pikun dan diabetes. Semua manfaat ini didasarkan pada sifat-sifat anti peradangan yang dimiliki oleh resveratrol.

Fitoestrogen

Jelajahi Dunia Fitonutrien: Kunci Kesehatan dalam Warna-warni Makanan Nabati. Temukan Manfaat dan Keajaibannya!" 💚🍅🌱 #Kesehatan #Fitonutrien #MakananSehat

Fitoestrogen memiliki kemiripan dalam cara kerja dengan hormon estrogen. Pada wanita, hormon estrogen dapat membantu meredakan gejala menopause seperti hot flashes, gemetaran, jerawat, dan lainnya.

Anda dapat menemukan fitoestrogen dalam berbagai jenis makanan, terutama wortel, kedelai, jeruk, kopi, dan kacang-kacangan. Produk-produk kedelai seperti tempe, tahu, dan susu kedelai juga mengandung fitoestrogen.

Meskipun bermanfaat, penggunaan fitoestrogen masih menjadi subjek kontroversi. Beberapa studi menunjukkan bahwa senyawa ini dapat mempengaruhi fungsi hormon alami tubuh dan meningkatkan risiko kanker payudara.

Fitonutrien adalah senyawa kimia alami yang diproduksi oleh tumbuhan, dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Oleh karena itu, pastikan untuk menyertakan berbagai jenis makanan nabati dalam menu harian Anda untuk memastikan Anda mendapatkan berbagai senyawa ini.

Kesimpulan

Fitonutrien adalah senyawa alami yang dapat ditemukan dalam makanan nabati, dan mereka memiliki banyak manfaat kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memasukkan berbagai jenis makanan nabati yang mengandung fitonutrien dalam pola makan sehari-hari untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Innocent Beast tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

  1. What Are Phytonutrients?. (n.d.). Retrieved 25 May 2021, from https://fruitsandveggies.org/stories/what-are-phytochemicals/
  2. Cruciferous Vegetables and Cancer Prevention. (2012). Retrieved 25 May 2021, from https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/cruciferous-vegetables-fact-sheet
  3. Gupta, C., & Prakash, D. (2014). Phytonutrients as therapeutic agents. Journal of complementary & integrative medicine, 11(3), 151–169. https://doi.org/10.1515/jcim-2013-0021
  4. Patisaul, H., & Jefferson, W. (2010). The pros and cons of phytoestrogens. Frontiers In Neuroendocrinology, 31(4), 400-419. https://doi.org/10.1016/j.yfrne.2010.03.003
  5. Zhang, H. M., Zhao, L., Li, H., Xu, H., Chen, W. W., & Tao, L. (2014). Research progress on the anticarcinogenic actions and mechanisms of ellagic acid. Cancer biology & medicine, 11(2), 92–100. https://doi.org/10.7497/j.issn.2095-3941.2014.02.004
  6. Liu, Y., Ma, W., Zhang, P., He, S., & Huang, D. (2015). Effect of resveratrol on blood pressure: a meta-analysis of randomized controlled trials. Clinical nutrition (Edinburgh, Scotland), 34(1), 27–34. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2014.03.009
0 0 votes
Rating Artikel
Langganan
Beritahukan
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Komentar Anda sangatlah berharga bagi kami. Jangan ragu untuk berbagi pandangan Anda.x
()
x
Innocent Beast
Logo