Manfaat Virgin Coconut Oil (VCO), Lebih Unggul dari Minyak Kelapa

Keajaiban Virgin Coconut Oil (VCO)! Kualitas tinggi, perbedaan signifikan dengan minyak kelapa biasa, dan manfaat luar biasa bagi kesehatan. Apa yang membuat VCO istimewa? Temukan jawabannya dalam petualangan artikel kesehatan terbaru kami! ✨🥥 #VCO #Kesehatan #ManfaatMinyakKelapa
Virgin Coconut Oil (VCO)

Virgin Coconut Oil (VCO), atau yang dikenal sebagai minyak kelapa dara, dipercaya memiliki sejumlah manfaat yang signifikan karena dianggap memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan minyak kelapa biasa.

Namun, apakah klaim ini benar? Mari kita eksplorasi perbedaan antara Virgin Coconut Oil dan minyak kelapa biasa.

Minyak kelapa dara dihasilkan melalui proses ekstraksi yang berbeda, langsung dari santan kelapa segar. Ada beberapa metode pembuatan VCO, seperti:

  • Fermentasi santan menggunakan bakteri Lactobacillus fermentum dan Lactobacillus plantarum,
  • Sentrifugasi yang melibatkan penghancuran daging buah kelapa dan pemisahan minyak melalui mesin pemutar. Proses ini memastikan sifat alami minyak kelapa dara tetap terjaga.

Di sisi lain, minyak kelapa biasa mengalami proses pemanasan, penyulingan, pemutihan, dan pengharuman, yang dapat menghilangkan kandungan-kandungan penting pada kelapa.

Manfaat Virgin Coconut Oil didasarkan pada kandungan zat gizi yang terkandung di dalamnya. Dalam satu sendok makan VCO, terdapat 13 gram lemak total, di mana 11 gram berasal dari lemak jenuh, terutama asam laurat atau lauric acid.

Studi terbaru menunjukkan bahwa kadar asam laurat pada minyak kelapa dara mencapai 53,70–54,06 persen, sementara minyak kelapa biasa hanya mengandung sekitar 2,81 persen dari seluruh kandungan.

Selain lemak, VCO juga mengandung karbohidrat, protein, dan fitokimia seperti alkaloid dan saponin. Uniknya, minyak kelapa dara mengandung bakteri baik, seperti Lactobacillus paracasei dan Lactobacillus plantarum.

  1. Mempertajam Fungsi Kognitif: Kandungan triasilgliserida rantai sedang (MCT) dalam VCO dapat meningkatkan fungsi kognitif, terutama pada lansia yang mengalami penurunan metabolisme gula pada otak.
  2. Membunuh Mikroorganisme Berbahaya: Asam laurat dalam VCO dapat diubah menjadi monolaurin, yang memiliki sifat antimikroba dan dapat membunuh patogen berbahaya, termasuk bakteri, virus, dan jamur.
  3. Mengurangi Frekuensi Kejang: Kandungan MCT dapat membantu mengurangi kejadian kejang dengan menghasilkan keton sebagai sumber energi otak.
  4. Mempermudah Proses Pencernaan: VCO dapat membantu sistem pencernaan dengan meningkatkan penyerapan vitamin larut lemak dan membantu pemecahan lemak.
  5. Membantu Menurunkan Berat Badan: MCT pada VCO dapat mengurangi nafsu makan, memicu produksi keton, dan mendukung pertumbuhan bakteri baik untuk optimalisasi berat badan.

Meskipun memiliki potensi manfaat yang besar, konsumsi VCO perlu dilakukan dengan hati-hati. Batas aman konsumsi VCO adalah sekitar 4–7 sendok makan atau 60–100 ml per hari, mengingat tingginya kalori.

Bagi yang ingin menurunkan berat badan, perhitungkan VCO sebagai bagian dari total asupan lemak harian, bukan sebagai tambahan.

Meski Virgin Coconut Oil dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan, tetaplah berhati-hati dalam mengonsumsinya. Penggunaan minyak kelapa dara bukanlah satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan atau mengobati penyakit.

Penting untuk menjaga keseimbangan dan konsistensi dalam pola makan serta gaya hidup sehat secara keseluruhan.

Innocent Beast tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

  1. Virgin coconut oil by ORGANIC nutrition facts and analysis. (2022). Retrieved 10 July 2023, from https://www.nutritionvalue.org/Virgin_coconut_oil_by_ORGANIC_601635_nutritional_value.html?size=1+tbsp+%2815.0+ml%29+aprx+%3D+13.8+g
  2. Kardinasari, E., & Devriany, A. (2020). Phytochemical identification of bangka origin virgin green coconut oil: Anti-inflammatory and anti-bacterial potential. Enfermería Clínica, 30, 171-174. doi: 10.1016/j.enfcli.2019.10.062
  3. White, H., & Venkatesh, B. (2011). Clinical review: Ketones and brain injury. Critical Care, 15(2), 219. doi: 10.1186/cc10020
  4. Lin, T., Liu, H., & Hung, T. (2021). The Ketogenic Effect of Medium-Chain Triacylglycerides. Frontiers in Nutrition, 8. doi: 10.3389/fnut.2021.747284
  5. Barker, L., Bakkum, B., & Chapman, C. (2019). The Clinical Use of Monolaurin as a Dietary Supplement: A Review of the Literature. Journal of Chiropractic Medicine, 18(4), 305-310. doi: 10.1016/j.jcm.2019.02.004
  6. Poff, A., Rho, J., & D’Agostino, D. (2019). Ketone Administration for Seizure Disorders: History and Rationale for Ketone Esters and Metabolic Alternatives. Frontiers in Neuroscience, 13. doi: 10.3389/fnins.2019.01041
  7. St-Onge, M., Mayrsohn, B., O’Keeffe, M., Kissileff, H., Choudhury, A., & Laferrère, B. (2014). Impact of medium and long chain triglycerides consumption on appetite and food intake in overweight men. European Journal of Clinical Nutrition, 68(10), 1134-1140. doi: 10.1038/ejcn.2014.145
  8. Rial, S., Karelis, A., Bergeron, K., & Mounier, C. (2016). Gut Microbiota and Metabolic Health: The Potential Beneficial Effects of a Medium Chain Triglyceride Diet in Obese Individuals. Nutrients, 8(5), 281. doi: 10.3390/nu8050281
  9. The Use of Medium-Chain Triglycerides in Gastrointestinal Disorders. (2022). Retrieved 10 July 2023, from https://med.virginia.edu/ginutrition/wp-content/uploads/sites/199/2014/06/Parrish-February-17.pdf
0 0 votes
Rating Artikel
Langganan
Beritahukan
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Komentar Anda sangatlah berharga bagi kami. Jangan ragu untuk berbagi pandangan Anda.x
()
x
Innocent Beast
Logo